Rintik-rintik hujan
terdengar samar oleh gadis itu. Ia berusaha menarik selimutnya dan ingin tidur
lagi tetapi suara handphonenya membuat ia terkejut dan langsung mengambil
handphone nya yang berwarna putih itu. Ia mengucek-ngucek matanya berusaha
membaca pesan itu dengan jelas. “nar,entar malam kita jalan. Aku jemput jam 7”
itulah pesan dari kekasihnya, Rama. Setelah membaca pesan itu ia melihat jam yang
masih menunjukkan jam 13.25, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur
lagi dan akhirnya ia pun tertidur dengan lelap. Tak terasa waktupun berjalan
dengan cepat dan Kinar sudah siap untuk jalan bersama kekasihnya. Ia terlihat cantik memakai baju berwarna pink
dan rok yang berwarna hitam. Rambut sebahunya tampak berwarna hitam kemilau dan
dihiasi dengan pita berwarna pink. Kini ia siap untuk pergi bersama Rama,
kekasih yang ia sangat cintai itu. Tiba-tiba handphone Kinar berdering dan dia
langsung menjawabnya.
“ya ada apa?” sahut kinar
“hey jelek jangan jutek
gitu dong. Kamu dimana?”tanya gilang.
“dirumah tapi aku mau pergi
sama Rama nih, dah”jawab Kinar dan langsung memutuskan sambungan.
Itu adalah telepon dari
Gilang, ia adalah teman Kinar dari kecil. Kinar kadang merasa risih dengan
Gilang. Karena Gilang lah satu-satunya orang yang tidak menyukai hubungannya
dengan Rama. Alasannya tidak menyukai Rama karena Rama adalah cowok playboy
yang terkenal dikampusnya dan juga ia sangat mencintai Kinar secara diam-diam.
Tetapi, Kinar tidak mempercayai itu. Kinar menganggap bahwa Gilang hanya ingin
Kinar untuk dekat lagi bersamanya seperti sebelum Kinar berpacaran dengan Rama.
Sepuluh menit berlalu, akhirnya Rama pun datang menjemput Kinar. Ia sangat
senang melihat kekasihnya itu datang karena tidak biasanya Rama mengajak Kinar
pergi dengan mendadak. Di perjalanan, kinar bercerita panjang lebar tentang
keinginannya untuk merayakan valentine nanti bersama rama di sebuah tempat yang
ia sudah rencana kan.
“beb, nanti kita rayain
valentine bareng ya. Kamu ajak teman kamu sama pacarnya juga biar kita bisa
double date”sahut Kinar
“hmm.terserah kamu aja
nar”jawab rama seadanya
“kok kamu gitu sih ram,
jawabnya nggak enak banget”
“aku lagi fokus nyetir
nih”ucap rama
“huh iya deh”sahut kinar
dengan nada kesal
Akhirnya mereka sampai di
sebuah cafe yang sebelumnya tak pernah di datangi oleh kinar. Mereka langsung
duduk berdua di sudut ruangan dan memesan makanan. Tidak lama kemudian munculah
seorang cewek yang tak asing bagi Kinar, yaitu Sindy. Ia adalah teman sekelas
Kinar dulu waktu di SMA dan juga mantan pacar Rama. Kinar sangat terkejut melihat
sindy yang telah berubah penampilannya.
“hay kinar, masih ingat
sama aku nggak?”sapa sindy
“i.....yyaa dong, e...eh
kamu udah berubah ya sekarang”sahut Kinar dengan gugup
“iya kamu makin cantik aja
sin, obatnya apa sih?”sambung rama dan langsung menarik tangan sindy untuk
bersalaman. Muka kinar terasa memerah, ia sangat cemburu melihat Rama menarik
tangan sindy.
“eh jangan gitu dong, liat
tuh pacar kamu nanti dia marah loh”ucap sindy dengan senyumnya yang sanga licik
bagi Kinar.
“enggak kok sin, santai aja
he..he”jawab Kinar berusaha menutupi kecemburuannya,
“iya sin, santai aja kita
kan udah lama nggak ketemu. Jadi wajar aja kan kalo gini”sahut rama dengan
pandangan yang tak lepas dari sindy.
“yaudah aku pergi dulu yah,
kalian selamat bersenang-senang”ucap sindy dan langsung pergi.
Kinar merasa aneh dengan
sikap Rama, ia takut dengan kembalinya sindy apakah rama akan berpaling darinya.
Tapi ia berusaha berpikir positif. Setelah mereka selesai makan malam. Rama pun
mengantar Kinar pulang. Dalam perjalanan mereka berdua hanyut dalam dia. Tak
ada sedikitpun kata yang keluar dari mereka berdua. Dan akhirnya Kinar pun
mengucapkan terimakasih kepada kekasih nya itu karena telah mengajaknya makan
malam.
***
Dua minggu setelah makan
malam itu, Rama tidak lagi memberi kabar untuk Kinar. Tetapi kinar tetap
berusaha untuk berpikiran positif kepada kekasihnya tersebut. Air mata kinar
pun menetes dengan sendirinya membasahi pipi gadis tersebut. Ia tak menyangka
bahwa kekasihnya setega itu kepadanya. Ia berusaha mengambil handphonenya dan
menelepon Rama. “halo, ram kamu kemana aja.aku rindu banget sama kamu” , “maaf
nar, aku masih sibuk. Nanti ya aku telpon lagi” itulah kalimat yang keluar dari
mulut Rama. Kinar merasa senang setelah mendengar suara kekasihnya tersebut
walaupun ia masih bingung mengapa Rama bersikap seperti itu. Kinar pun
meneteskan air mata kembali, ia sangat sedih dengan sikap Raama yang seperti
itu. Akhirnya, dia memutuskan untuk bertemu gilang karena ia sudah lama tidak
bertemu dengan gilang. Ketika mereka bertemu, gilang merasa beda melihat kinar karena
sekarang kinar makin kurus. Ia pun bertanya kepada kinar.
“nar ceritain aja. Kamu ada
masalah lagi sama Rama?”tanya gilang
“iya lang, aku bingung
dengan perubahan rama sekarang ia terlihat beda sudah tidak seperti dulu
lagi”ucap kinar lirih
“lah emangnya kalian
berantem lagi?”
“enggak lang, kita nggak berantem tapi dia sekarang berubah udah jarang hubungin aku”
“enggak lang, kita nggak berantem tapi dia sekarang berubah udah jarang hubungin aku”
“mungkin lagi sibuk nar,
positif thinking aja nar”
“iya lang makasih ya”
Kinar tidak mengetahui
bahwa gilang lah yang merasakan sakit, ia tidak sanggup melihat kinar seperti itu.Gilang
ingin mengutarakan naitnya untuk menyatakan cinta kepada kinar tapi hal itu dia
simpan rapat-rapat karena tidak ingin menganggu kinar.
Sesampainya dirumah, kinar
tetap diam dan terlihat murung. Tiba-tiba rama mngirim pesan kepada Kinar untuk
mengajak makan malam besok. Kinar merasa senang karena itulah hari yang
ditunggu-tunggu olehnya. Dia melihat kalender dan benar besok adalah hari
valentine, hari yang paling disukai oleh kinar. Ia tidak lupa untuk menelepon
sahabatnya, Gilang.
“lang akhirnya aku diajak
pergi sama Rama besok malam untuk ngerayain valentine”kata kinar dengan senang
“hmm.gitu yah? Selamat ya
nar”jawab gilang
“iya lang, dahhhh”
Kinar merasa sangat senang
karena besok merupakan hari valentine. Ia mempersiapkan segala sesuatunya,
mulai dari baju,sepatu,tas untuk dipakai nya besok dan tak lupa kado untuk
Rama. Ia berniat memberikan baju couple yang telah ia persiapkan dari jauh
hari. Malam itu Kinar tidak terlihat sedih lagi karena besok merupakan hari
yang bahagia.
***
Hari itu pun tiba, hari
valentine. Dimana orang-orang ingin mengutarakan kasih sayang mereka kepda
orang yang ia sayangi. Begitu pun juga Kinar, ia ingin merayakan hari tersebut
bersama kekasihnya. Di sisi lain, gilang sangat sedih karena ia juga ingin
mengutarakan perasaannya kepada kinar tetapi ia berusaha menahan karena ia
tidak mau menganggu hari bahagia kinar. Ia hanya memberanikan diri untuk
menelepon Kinar.
“hallo kinar, happy
valentine ya. Maaf aku nggak bisa kasih kamu apa-apa selama ini”ucap gilang
“yaelah gapapa kali lang,
santai aja yang penting kamu selalu ada buat aku. Happy valentine ya”jawab
kinar dengan nada senang
“iya nar, sukses ya makan
malamnya entar ”
“oke lang,bye”
Gilang merasa sangat
bahagia karena walaupun dia tidak menjadi pacar kinar, ia tetap ada untuk kinar
sebagai sahabat.
Malam itu pun datang, kinar tampil cantik dengan dandanan serba pink. Ia
sangat menyukai warna pink. Jam menunjukkan pukul tujuh malam tapi tanda-tanda
Rama untuk menjemput belum ada. Satu jam berlalu, rama belum juga datang tetapi
kinar masih berusaha untuk menunggu rama di depan rumah nya walaupun dari raut
wajah kinar bahwa ia terlihat sangat sedih. Handphone kinar pun berbunyi dan
itu adalah pesan dari kekasihnya. “maaf nar, aku nggak bisa jemput kamu. Kamu
boleh datang sendiri kan? Aku tunggu disini” itu ialah pesan dari rama. Kinar
sangat kecewa mengapa saat seperti ini rama bersikap begitu. Kinar pun
memutuskan untuk pergi menggunakan taksi. Sesampai disana ia terkejut melihat
rama dan sindy sedang duduk berhadapan di dalam cafe tersebut. Kinar berusaha
untuk menyembunyikan rasa cemburunya. Dan ia pelan-pelan berjalan menuju tempat
kekasihnya itu berada.
“nar akhirnya kamu
datang”ucap rama
“soalnya kamu ngasih tau
nya tiba-tiba kalo nggak bisa jemput”jawab kinar
“maaf nar, tadi aku jemput
sindy soalnya mobilnya rusak”sahut rama dengan nada tak bersalah.
“iya nar, maaf ya”sambung
sindy
“iya gapapah kok”ucap kinar
berusaha bersabar.
Didalam hati kinar ia
merasa sakit, karena orang yang dicintainya tega membuat seperti itu. Menjemput
orang lain yang bukan kekasihnya dan malah membuat kekasihnya sendiri datang
seorang diri. Mereka melanjutkan makan malam itu, tetapi kinar merasa seperti
ada yang tertusuk di hatinya ia melihat rama dan sindy asik bercerita seolah
mereka menganggap kinar tak ada. Kinar berusaha fokus untuk memakan makanannya
walaupun sebenarnya ia tak nafsu untuk makan karena melihat rama dan sindy.
Setelah makan, kinar berniat untuk memberikan kado kepada kekasihnya itu tetapi
sebelum kinar melakukan itu. Rama yang duluan berbicara kepada kinar bahwa ia
meminta maaf sebesar-besarnya kepada kinar.
“nar aku minta maaf yang
sebesar-sebesarnya”ucap rama lirih
“kenapa? Kamu nggak salah
apa-apa kok. Permasalahan yang tadi lupain aja”sahut kinar dengan tersenyum
“bukan itu nar, aku minta
maaf karena aku telah selingkuhin kamu. Aku udah balikan sama sindy lagi
semenjak makan malam itu”kata rama
Serasa dihempaskan batu
yang besar, dada kinar terasa sesak dan ia tidak sanggup untuk berbicara. Tanpa
ia sadari, air matanya pun menetes. Ia berusaha tersenyum walaupun ia sangat
sedih. Ia berusaha untuk berbicara.
“kkkaaa.....mu kok tega ram?”ucap
kinar masih tetap berusaha untuk tegar
“maafin aku nar, sebenarnya
aku masih sayang sama sindy dan sindy juga masih sayang sama aku. Jadi aku
lebih memilih sindy. Maaf nar, perasaan itu gak bisa bohong. Aku udah nggak
lagi sayang sama kamu”jawab rama
“nar maafin kita ya”sambung
sindy tanpa merasa kasihan sedikit pun
“jadi, kita sekarang putus
gitu ram? Kamu kok tega ini kan valentine kok kamu malah buat aku kayak
gini?”ucap kinar dan ia langsung menangiis
“iya aku tau aku salah.
Tapi mau di apain lagi nar, aku nggak bisa kayak gini. Aku tuh udah nggak
sayang kamu lagi”ucap rama
Kata-kata yang keluar dari
mulut rama itupun membuat kinar tak sanggup lagi iapun langsung berlari keluar.
Ia tetap menangis. Ia tak peduli lagi pada orang-orang yang melihatnya. Ia
berusaha lari terus tanpa berhenti. Ia seperti orang yang tanpa tujuan.
Sampailah ia di taman, ia duduk dibangku taman tersebut dan menangis se
jadi-jadinya. Ia tak menyangka bahwa
kekasih yang ia cintai itu tega melakukan itu kepadanya. Kinar merasa diri nya
telah mati. Ia pun berniat untuk pulang kerumah. Sesampainya ia dirumah
disambut oleh gilang yang sudah lama menunggu kinar. Gilang terejut melihat
kinar yang pulang sendirian berjalan kaki dan seperti orang gila karena
penampilan kinar terlihat acak-acakan. Kinar langsung memeluk gilang dan ia
menangis lagi. Ia terus memeluk sahabatnya itu dengan erat dan ia pun tak
sadarkan diri.
***
Keesokan paginya, kinar pun
tersadar. Ia merasa sangat pusing dan berusaha untuk bangun tapi ia tidak bisa.
Disamping kinar ada gilang yang duduk dikursi dan teridur pulas. Ia melihat
baju yang dikenakan gilang itu adalah baju gilang yang tadi malam dikenakannya.
Kinar berusaha membangunkan gilang dengan menepuk-nepuk belakang gilang dan
akhhirnya gilang pun bangun.
“eh udah sadar ya nar, kamu
semalam pingsan”ucap gilang
Kinar pun kembali menangis, kali ini kinar mencertitakan semuanya kepada gilang. Gilang langsung memeluk sahabatnya itu. Ia berusaha menengkan kinar. Setelah kinar tenang ia mulai berbicara.
Kinar pun kembali menangis, kali ini kinar mencertitakan semuanya kepada gilang. Gilang langsung memeluk sahabatnya itu. Ia berusaha menengkan kinar. Setelah kinar tenang ia mulai berbicara.
“nar aku sudah bilang sama
kamu dari dulu, kalau rama itu nggak baik buat kamu. Tapi ya sudahlah sekarang
kan semua udah terjadi. Aku mau kamu sekarang nggak usah mikirin lagi manusia
itu”ucap gilang
“iya lang, maafin aku
daridulu nggak percaya sama kamu”jawab kinar
“iya gapapah kok tuan putri
kinar, yang penting kamu sekarang udah sehat”
“iya lang, makasih ya buat
selama ini kamu tetap mau temenin aku walaupun aku datang ke kamu pas sedihnya
doang”
“iyaa nar, maaf ya aku
harus bilang ini sekarang”
“bilang apa sih?”
“sebenarnya aku tuh sayang
sama kamu narr, sayang banget. Aku udah sayang kamu dari dulu jauh sebelum kamu
pacaran sama rama”ucap gilang lirih
“serius lang? Kamu ini aku
lagi sedih kamu Cuma ngajakin aku bercanda”jawab kinar
“serius nar, aku tuh sayang
sama kamu lebih dari sahabat”sahut gilang
“tapi kan kamu tahu aku kan
masih sayang banget sama rama walaupun ia udah lakuin gitu ke aku”
“iya aku tau, tapi aku
tetap kok sayang sama kamu. Ini kado dari aku dan nanti kamu buka surat ini
kalo aku udah pergi”
“loh emang kamu mau
kemana?”
“aku pergi ke jerman nar,
soalnya aku dapat beasiswa untuk kuliah disana”
“kamu serius lang?”
“iya aku serius nar”
Mereka pun berpelukan,
kinar menangis karena ia tidak menyadari bahwa selama ini ada orang yang
mencintai dia. Ia sangat menyesal mengapa ia tak dari dulu tau tentang perasaan
gilang. Gilang pun mencium kening kinar dan mengucapkan selamat tinggal kepada kinar.
***
Setibanya di bandara, kinar
dan gilang berpelukan lagi. Mereka berdua menangis karena mereka sekarang akan
berpisah. Kinar mengucapkan maaf kepada gilang dan gilang berusaha untuk
tersenyum dan menghapus air mata kinar. Sesampainya di rumah, kina teringat
akan kado yang diberi oleh gilang. Ia pun membuka dan isinya adalah boneka
kesukaan kinar dan ada sebuah cincin. Ia membuka surat itu perlahan dan mulai
membacanya.
Dear
kinar,
Kamu cewek peratama kali yang aku cintai.
Aku sudah mencintai kamu sejak kita pertama kali bertemu. Ingat itu nar? Yah
itu disaat kita masih kecil. Awalnya aku menganggap kalau itu hanya perasaan
anak-anak yang sering dibilang cinta monyet. Tapi berapa tahun pun berlalu,
rasa cintaku yang dulu kekamu itu tidak pernah berubah, walaupun pada
kenyataannya aku nggak berani ngomong ke kamu yang sebenarnya. Waktu pesta
ulang tahun kamu yang ke-17 aku sengaja tidak datang karena aku tidak mau
melihat kamu dan rama. Aku sangat membenci rama karena ia telah banyak kali
membohongi kamu. Aku tau semua itu nar, tapi aku tak mau memberitahumu karena aku
tau kamu tidak percaya sama yang aku katakan. Jadi aku membiarkan itu dan
biarlah kamu tau dengan sendirinya. Maaf tuan putriku, aku sudah mencintai kamu
diam-diam. Aku tau aku tak seberani mantan-mantan kamu yang sebelumnya tapi aku
yakin perasaanku lah yang paling tulus untukmu. Aku berharap kamu mau memakai
cincin itu dan mau menunggu ku pulang.Aku mencintaimu tuan putriku. Happy
valentine kinar larasati putri...
Love,
Gilang Purnama
Setelah membaca surat
itupun, kinar tersenyum bahagia. Ia langsung memakai cincin itu dan memeluk
boneka pemberian dari gilang. Ia pun berjanji akan menunggu gilang kembali.
****
Tentang Penulis : @tivanoverta1
****
Tentang Penulis : @tivanoverta1


