VALENTINE KINAR

Senin, 27 Oktober 2014 - Diposting oleh Unknown di 23.59


Rintik-rintik hujan terdengar samar oleh gadis itu. Ia berusaha menarik selimutnya dan ingin tidur lagi tetapi suara handphonenya membuat ia terkejut dan langsung mengambil handphone nya yang berwarna putih itu. Ia mengucek-ngucek matanya berusaha membaca pesan itu dengan jelas. “nar,entar malam kita jalan. Aku jemput jam 7” itulah pesan dari kekasihnya, Rama. Setelah membaca pesan itu ia melihat jam yang masih menunjukkan jam 13.25, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur lagi dan akhirnya ia pun tertidur dengan lelap. Tak terasa waktupun berjalan dengan cepat dan Kinar sudah siap untuk jalan bersama kekasihnya. Ia  terlihat cantik memakai baju berwarna pink dan rok yang berwarna hitam. Rambut sebahunya tampak berwarna hitam kemilau dan dihiasi dengan pita berwarna pink. Kini ia siap untuk pergi bersama Rama, kekasih yang ia sangat cintai itu. Tiba-tiba handphone Kinar berdering dan dia langsung menjawabnya.
“ya ada apa?” sahut kinar
“hey jelek jangan jutek gitu dong. Kamu dimana?”tanya gilang.
“dirumah tapi aku mau pergi sama Rama nih, dah”jawab Kinar dan langsung memutuskan sambungan.
Itu adalah telepon dari Gilang, ia adalah teman Kinar dari kecil. Kinar kadang merasa risih dengan Gilang. Karena Gilang lah satu-satunya orang yang tidak menyukai hubungannya dengan Rama. Alasannya tidak menyukai Rama karena Rama adalah cowok playboy yang terkenal dikampusnya dan juga ia sangat mencintai Kinar secara diam-diam. Tetapi, Kinar tidak mempercayai itu. Kinar menganggap bahwa Gilang hanya ingin Kinar untuk dekat lagi bersamanya seperti sebelum Kinar berpacaran dengan Rama. Sepuluh menit berlalu, akhirnya Rama pun datang menjemput Kinar. Ia sangat senang melihat kekasihnya itu datang karena tidak biasanya Rama mengajak Kinar pergi dengan mendadak. Di perjalanan, kinar bercerita panjang lebar tentang keinginannya untuk merayakan valentine nanti bersama rama di sebuah tempat yang ia sudah rencana kan.
“beb, nanti kita rayain valentine bareng ya. Kamu ajak teman kamu sama pacarnya juga biar kita bisa double date”sahut Kinar


“hmm.terserah kamu aja nar”jawab rama seadanya
“kok kamu gitu sih ram, jawabnya nggak enak banget”
“aku lagi fokus nyetir nih”ucap rama
“huh iya deh”sahut kinar dengan nada kesal
Akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang sebelumnya tak pernah di datangi oleh kinar. Mereka langsung duduk berdua di sudut ruangan dan memesan makanan. Tidak lama kemudian munculah seorang cewek yang tak asing bagi Kinar, yaitu Sindy. Ia adalah teman sekelas Kinar dulu waktu di SMA dan juga mantan pacar Rama. Kinar sangat terkejut melihat sindy yang telah berubah penampilannya.
“hay kinar, masih ingat sama aku nggak?”sapa sindy
“i.....yyaa dong, e...eh kamu udah berubah ya sekarang”sahut Kinar dengan gugup
“iya kamu makin cantik aja sin, obatnya apa sih?”sambung rama dan langsung menarik tangan sindy untuk bersalaman. Muka kinar terasa memerah, ia sangat cemburu melihat Rama menarik tangan sindy.
“eh jangan gitu dong, liat tuh pacar kamu nanti dia marah loh”ucap sindy dengan senyumnya yang sanga licik bagi Kinar.
“enggak kok sin, santai aja he..he”jawab Kinar berusaha menutupi kecemburuannya,
“iya sin, santai aja kita kan udah lama nggak ketemu. Jadi wajar aja kan kalo gini”sahut rama dengan pandangan yang tak lepas dari sindy.
“yaudah aku pergi dulu yah, kalian selamat bersenang-senang”ucap sindy dan langsung pergi.
Kinar merasa aneh dengan sikap Rama, ia takut dengan kembalinya sindy apakah rama akan berpaling darinya. Tapi ia berusaha berpikir positif. Setelah mereka selesai makan malam. Rama pun mengantar Kinar pulang. Dalam perjalanan mereka berdua hanyut dalam dia. Tak ada sedikitpun kata yang keluar dari mereka berdua. Dan akhirnya Kinar pun mengucapkan terimakasih kepada kekasih nya itu karena telah mengajaknya makan malam.

                                            ***
Dua minggu setelah makan malam itu, Rama tidak lagi memberi kabar untuk Kinar. Tetapi kinar tetap berusaha untuk berpikiran positif kepada kekasihnya tersebut. Air mata kinar pun menetes dengan sendirinya membasahi pipi gadis tersebut. Ia tak menyangka bahwa kekasihnya setega itu kepadanya. Ia berusaha mengambil handphonenya dan menelepon Rama. “halo, ram kamu kemana aja.aku rindu banget sama kamu” , “maaf nar, aku masih sibuk. Nanti ya aku telpon lagi” itulah kalimat yang keluar dari mulut Rama. Kinar merasa senang setelah mendengar suara kekasihnya tersebut walaupun ia masih bingung mengapa Rama bersikap seperti itu. Kinar pun meneteskan air mata kembali, ia sangat sedih dengan sikap Raama yang seperti itu. Akhirnya, dia memutuskan untuk bertemu gilang karena ia sudah lama tidak bertemu dengan gilang. Ketika mereka bertemu, gilang merasa beda melihat kinar karena sekarang kinar makin kurus. Ia pun bertanya kepada kinar.
“nar ceritain aja. Kamu ada masalah lagi sama Rama?”tanya gilang
“iya lang, aku bingung dengan perubahan rama sekarang ia terlihat beda sudah tidak seperti dulu lagi”ucap kinar lirih
“lah emangnya kalian berantem lagi?”
“enggak lang, kita nggak berantem tapi dia sekarang berubah udah jarang hubungin aku”
“mungkin lagi sibuk nar, positif thinking aja nar”
“iya lang makasih ya”
Kinar tidak mengetahui bahwa gilang lah yang merasakan sakit, ia tidak sanggup melihat kinar seperti itu.Gilang ingin mengutarakan naitnya untuk menyatakan cinta kepada kinar tapi hal itu dia simpan rapat-rapat karena tidak ingin menganggu kinar.


Sesampainya dirumah, kinar tetap diam dan terlihat murung. Tiba-tiba rama mngirim pesan kepada Kinar untuk mengajak makan malam besok. Kinar merasa senang karena itulah hari yang ditunggu-tunggu olehnya. Dia melihat kalender dan benar besok adalah hari valentine, hari yang paling disukai oleh kinar. Ia tidak lupa untuk menelepon sahabatnya, Gilang.
“lang akhirnya aku diajak pergi sama Rama besok malam untuk ngerayain valentine”kata kinar dengan senang
“hmm.gitu yah? Selamat ya nar”jawab gilang
“iya lang, dahhhh”
Kinar merasa sangat senang karena besok merupakan hari valentine. Ia mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari baju,sepatu,tas untuk dipakai nya besok dan tak lupa kado untuk Rama. Ia berniat memberikan baju couple yang telah ia persiapkan dari jauh hari. Malam itu Kinar tidak terlihat sedih lagi karena besok merupakan hari yang bahagia.



                                                ***
Hari itu pun tiba, hari valentine. Dimana orang-orang ingin mengutarakan kasih sayang mereka kepda orang yang ia sayangi. Begitu pun juga Kinar, ia ingin merayakan hari tersebut bersama kekasihnya. Di sisi lain, gilang sangat sedih karena ia juga ingin mengutarakan perasaannya kepada kinar tetapi ia berusaha menahan karena ia tidak mau menganggu hari bahagia kinar. Ia hanya memberanikan diri untuk menelepon Kinar.
“hallo kinar, happy valentine ya. Maaf aku nggak bisa kasih kamu apa-apa selama ini”ucap gilang
“yaelah gapapa kali lang, santai aja yang penting kamu selalu ada buat aku. Happy valentine ya”jawab kinar dengan nada senang
“iya nar, sukses ya makan malamnya entar ”
“oke lang,bye”
Gilang merasa sangat bahagia karena walaupun dia tidak menjadi pacar kinar, ia tetap ada untuk kinar sebagai sahabat.                                                                                    
Malam itu pun datang, kinar tampil cantik dengan dandanan serba pink. Ia sangat menyukai warna pink. Jam menunjukkan pukul tujuh malam tapi tanda-tanda Rama untuk menjemput belum ada. Satu jam berlalu, rama belum juga datang tetapi kinar masih berusaha untuk menunggu rama di depan rumah nya walaupun dari raut wajah kinar bahwa ia terlihat sangat sedih. Handphone kinar pun berbunyi dan itu adalah pesan dari kekasihnya. “maaf nar, aku nggak bisa jemput kamu. Kamu boleh datang sendiri kan? Aku tunggu disini” itu ialah pesan dari rama. Kinar sangat kecewa mengapa saat seperti ini rama bersikap begitu. Kinar pun memutuskan untuk pergi menggunakan taksi. Sesampai disana ia terkejut melihat rama dan sindy sedang duduk berhadapan di dalam cafe tersebut. Kinar berusaha untuk menyembunyikan rasa cemburunya. Dan ia pelan-pelan berjalan menuju tempat kekasihnya itu berada.
“nar akhirnya kamu datang”ucap rama
“soalnya kamu ngasih tau nya tiba-tiba kalo nggak bisa jemput”jawab kinar
“maaf nar, tadi aku jemput sindy soalnya mobilnya rusak”sahut rama dengan nada tak bersalah.
“iya nar, maaf ya”sambung sindy
“iya gapapah kok”ucap kinar berusaha bersabar.
Didalam hati kinar ia merasa sakit, karena orang yang dicintainya tega membuat seperti itu. Menjemput orang lain yang bukan kekasihnya dan malah membuat kekasihnya sendiri datang seorang diri. Mereka melanjutkan makan malam itu, tetapi kinar merasa seperti ada yang tertusuk di hatinya ia melihat rama dan sindy asik bercerita seolah mereka menganggap kinar tak ada. Kinar berusaha fokus untuk memakan makanannya walaupun sebenarnya ia tak nafsu untuk makan karena melihat rama dan sindy. Setelah makan, kinar berniat untuk memberikan kado kepada kekasihnya itu tetapi sebelum kinar melakukan itu. Rama yang duluan berbicara kepada kinar bahwa ia meminta maaf sebesar-besarnya kepada kinar.
“nar aku minta maaf yang sebesar-sebesarnya”ucap rama lirih
“kenapa? Kamu nggak salah apa-apa kok. Permasalahan yang tadi lupain aja”sahut kinar dengan tersenyum
“bukan itu nar, aku minta maaf karena aku telah selingkuhin kamu. Aku udah balikan sama sindy lagi semenjak makan malam itu”kata rama
Serasa dihempaskan batu yang besar, dada kinar terasa sesak dan ia tidak sanggup untuk berbicara. Tanpa ia sadari, air matanya pun menetes. Ia berusaha tersenyum walaupun ia sangat sedih. Ia berusaha untuk berbicara.
“kkkaaa.....mu kok tega ram?”ucap kinar masih tetap berusaha untuk tegar
“maafin aku nar, sebenarnya aku masih sayang sama sindy dan sindy juga masih sayang sama aku. Jadi aku lebih memilih sindy. Maaf nar, perasaan itu gak bisa bohong. Aku udah nggak lagi sayang sama kamu”jawab rama
“nar maafin kita ya”sambung sindy tanpa merasa kasihan sedikit pun
“jadi, kita sekarang putus gitu ram? Kamu kok tega ini kan valentine kok kamu malah buat aku kayak gini?”ucap kinar dan ia langsung menangiis
“iya aku tau aku salah. Tapi mau di apain lagi nar, aku nggak bisa kayak gini. Aku tuh udah nggak sayang kamu lagi”ucap rama
Kata-kata yang keluar dari mulut rama itupun membuat kinar tak sanggup lagi iapun langsung berlari keluar. Ia tetap menangis. Ia tak peduli lagi pada orang-orang yang melihatnya. Ia berusaha lari terus tanpa berhenti. Ia seperti orang yang tanpa tujuan. Sampailah ia di taman, ia duduk dibangku taman tersebut dan menangis se jadi-jadinya. Ia  tak menyangka bahwa kekasih yang ia cintai itu tega melakukan itu kepadanya. Kinar merasa diri nya telah mati. Ia pun berniat untuk pulang kerumah. Sesampainya ia dirumah disambut oleh gilang yang sudah lama menunggu kinar. Gilang terejut melihat kinar yang pulang sendirian berjalan kaki dan seperti orang gila karena penampilan kinar terlihat acak-acakan. Kinar langsung memeluk gilang dan ia menangis lagi. Ia terus memeluk sahabatnya itu dengan erat dan ia pun tak sadarkan diri.



                                               ***
Keesokan paginya, kinar pun tersadar. Ia merasa sangat pusing dan berusaha untuk bangun tapi ia tidak bisa. Disamping kinar ada gilang yang duduk dikursi dan teridur pulas. Ia melihat baju yang dikenakan gilang itu adalah baju gilang yang tadi malam dikenakannya. Kinar berusaha membangunkan gilang dengan menepuk-nepuk belakang gilang dan akhhirnya gilang pun bangun.
“eh udah sadar ya nar, kamu semalam pingsan”ucap gilang
Kinar pun kembali menangis, kali ini kinar mencertitakan semuanya kepada gilang. Gilang langsung memeluk sahabatnya itu. Ia berusaha menengkan kinar. Setelah kinar tenang ia mulai berbicara.
“nar aku sudah bilang sama kamu dari dulu, kalau rama itu nggak baik buat kamu. Tapi ya sudahlah sekarang kan semua udah terjadi. Aku mau kamu sekarang nggak usah mikirin lagi manusia itu”ucap gilang
“iya lang, maafin aku daridulu nggak percaya sama kamu”jawab kinar
“iya gapapah kok tuan putri kinar, yang penting kamu sekarang udah sehat”
“iya lang, makasih ya buat selama ini kamu tetap mau temenin aku walaupun aku datang ke kamu pas sedihnya doang”
“iyaa nar, maaf ya aku harus bilang ini sekarang”
“bilang apa sih?”
“sebenarnya aku tuh sayang sama kamu narr, sayang banget. Aku udah sayang kamu dari dulu jauh sebelum kamu pacaran sama rama”ucap gilang lirih
“serius lang? Kamu ini aku lagi sedih kamu Cuma ngajakin aku bercanda”jawab kinar
“serius nar, aku tuh sayang sama kamu lebih dari sahabat”sahut gilang
“tapi kan kamu tahu aku kan masih sayang banget sama rama walaupun ia udah lakuin gitu ke aku”
“iya aku tau, tapi aku tetap kok sayang sama kamu. Ini kado dari aku dan nanti kamu buka surat ini kalo aku udah pergi”
“loh emang kamu mau kemana?”
“aku pergi ke jerman nar, soalnya aku dapat beasiswa untuk kuliah disana”
“kamu serius lang?”
“iya aku serius nar”
Mereka pun berpelukan, kinar menangis karena ia tidak menyadari bahwa selama ini ada orang yang mencintai dia. Ia sangat menyesal mengapa ia tak dari dulu tau tentang perasaan gilang. Gilang pun mencium kening kinar dan mengucapkan selamat tinggal kepada kinar.



                                               ***
Setibanya di bandara, kinar dan gilang berpelukan lagi. Mereka berdua menangis karena mereka sekarang akan berpisah. Kinar mengucapkan maaf kepada gilang dan gilang berusaha untuk tersenyum dan menghapus air mata kinar. Sesampainya di rumah, kina teringat akan kado yang diberi oleh gilang. Ia pun membuka dan isinya adalah boneka kesukaan kinar dan ada sebuah cincin. Ia membuka surat itu perlahan dan mulai membacanya.



Dear kinar,
     Kamu cewek peratama kali yang aku cintai. Aku sudah mencintai kamu sejak kita pertama kali bertemu. Ingat itu nar? Yah itu disaat kita masih kecil. Awalnya aku menganggap kalau itu hanya perasaan anak-anak yang sering dibilang cinta monyet. Tapi berapa tahun pun berlalu, rasa cintaku yang dulu kekamu itu tidak pernah berubah, walaupun pada kenyataannya aku nggak berani ngomong ke kamu yang sebenarnya. Waktu pesta ulang tahun kamu yang ke-17 aku sengaja tidak datang karena aku tidak mau melihat kamu dan rama. Aku sangat membenci rama karena ia telah banyak kali membohongi kamu. Aku tau semua itu nar, tapi aku tak mau memberitahumu karena aku tau kamu tidak percaya sama yang aku katakan. Jadi aku membiarkan itu dan biarlah kamu tau dengan sendirinya. Maaf tuan putriku, aku sudah mencintai kamu diam-diam. Aku tau aku tak seberani mantan-mantan kamu yang sebelumnya tapi aku yakin perasaanku lah yang paling tulus untukmu. Aku berharap kamu mau memakai cincin itu dan mau menunggu ku pulang.Aku mencintaimu tuan putriku. Happy valentine kinar larasati putri...

                                                                                                                                                          Love,
Gilang Purnama

Setelah membaca surat itupun, kinar tersenyum bahagia. Ia langsung memakai cincin itu dan memeluk boneka pemberian dari gilang. Ia pun berjanji akan menunggu gilang kembali.
                                                 ****

Tentang Penulis : @tivanoverta1