“Mengapa Saya Menulis” #PaluMenulis #10
Jumat, 24 Oktober 2014 - Diposting oleh Unknown di 22.17
Blogger, Sekarang Mahasiswi S2 Bahasa Inggris di Malang
SAYA mulai menulis awalnya karena saya suka membaca. Saya suka mengeja cerita-cerita orang lain. Masuk ke dalam imajinasi mereka. Menyenangkan. Saya ketagihan membaca.
Dan ketika saya betul-betul bisa masuk ke dalam dunia mereka, ketagihan berlebihan, melahirkan keinginan untuk menulis. Apa yang saya baca mempengaruhi sel-sel kepala saya untuk pelan-pelan mengalirkan pikiran, mengeja kata.
Curhat. Mungkin kebanyakan apa yang saya tulis lahir dari apa yang saya rasakan. Saya mengalirkan isi kepala dan hati saya. Mencoba jujur pada diri sendiri. Sepahit apapun itu. Saya pernah mencoba menulis ketika –sebut saja galau. Dan ketika galau itu pergi, saya bahagia ketika membaca lagi tulisan saya, menertawai diri sendiri. Yah, menulis bagi saya adalah proses pendewasaan diri, juga hati.
Kadang saya menuliskan harapan-harapan saya. Membangun pondasi semangat sekokoh mungkin. Menyemangati hati. Menuliskan impian-impian kecil, atau bahkan big dreams saya, lalu berusaha. Dan Alhamdulillah, saya dapati tulisan saya tak lagi hanya sekedar barisan kata-kata.
“Menulislah dengan hati”. Saya sering mendengar tiga kata sakti ini. Dan memang, segala sesuatu yang berasal dari hati, akan sampai ke hati. Saya lebih senang membaca cerita, dibanding berita. Entahlah, tulisan saya sampai ke hati pembaca juga, kah? Semoga!
Menulislah karena ingatan manusia ada batasnya. Kalimat ini cukup untuk diri saya. Sering saya lupa dengan momen yang pernah terasa, Ada. Menulis ketika saya bahagia, putus asa adalah obatnya. Dengan begitu saya tetap ingat ketika membuka satu-satu memori dalam tulisan saya.
Dengan segala syukur kepada Sang Pencipta, Sang Pemberi Tangan dan Kepala, juga semuanya. Saya jatuh cinta dengan berkata, dan sepertinya akan selamanya.
Maka, Yuni, menulislah. ***
