“Mengapa Saya Menulis” #PaluMenulis #3

Jumat, 24 Oktober 2014 - Diposting oleh Unknown di 12.50
DEWI TRIANA
Pengampu blog http://dewidatzmubarak.blogspot.com/


TIDAK sedikit orang yang punya kegemaran menulis. Saya salah satu di antaranya. Bagi saya, berkarya dengan sebuah inspirasi adalah hal yang menyenangkan. Mungkin karena saya orang yang senang berimajinasi, tak heran begitu banyak tulisanku bertumpuk yang terlihat tidak begitu penting bagi orang sekitar.

Menulis bukan karena ingin dikatakan sok-sok keren, bukan karena ikut-ikutan ngetren, juga bukan karena ingin dipuji. Tapi memang menulis bagi saya seperti watak, yang terbawa sejak lahir dan tidak dapat diubah atau dibuat-buat.

Ada yang menulis karena merasa bisa melampiaskan hasrat jiwanya lewat tulisan. Ada yang menulis karena senang merangkai kata-kata indah. Ada juga yang menulis hanya sekedar menulis catatan harian.

Tetapi bagi saya, tulisan tidak sekedar tulisan, yang hanya lapuk dalam lembaran-lembaran kertas yang tersimpan di laci meja bertahun-tahun, yang hanya sekedar mencurahkan isi hati dengan orang-orang sekitar, karena hal terpenting dalam motivasi menulis bagi saya, yang tak lain dari sebuah Al-hadits, “sebaik-sebaik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Cukuplah dengan menulis manusia mengukir sejarah, dan cukuplah dengan tulisan yang bermanfaat ia dikenang sejarah.  Jika hobi menulis ini tidak mendatangkan manfaat pasti sudah terkubur dalam-dalam di hati saya.

Salah satu pengalaman nyata yang membuat saya termotivasi menulis adalah pada saat SMA yang ketika itu ikut berkarya dalam lomba-lomba menulis. Berhasil menjuarai salah satu lomba, dan bisa terpilih sebagai ketua ekstrakurikuler MADING di SMA Negeri 2 Palu. Mulai saat itulah, berkarya lewat tulisan begitu penting bagi diri saya, walaupun saya senang tulisan sudah dari tingkat SD, dan mengenalnya lebih di tingkat SMP.

Akhir kata, berhubung saya tidak suka dengan tulisan yang bertele-tele, maka jika ditanya mengapa saya menulis, inilah alasan saya, hanya selembar kertas. Terima kasih. ***