“Mengapa Saya Menulis” #PaluMenulis #6
Jumat, 24 Oktober 2014 - Diposting oleh Unknown di 13.11
Mahasiswa Psikologi, pemilik akun twitter @IDG00
DI awal-awal saya memasuki masa sekolah saya memahami menulis merupakan suatu kewajiban, yaitu sebagai tugas dari sekolah atau untuk mencatat apa saja yang diajarkan di sekolah. Lambat laun saya menyadari menulis bisa berfungsi untuk hal lain misalnya untuk menuliskan pengalaman sehari-hari atau untuk membuat cerita rekaan. Saya pun kemudian mencoba menulis beberapa hal dari fungsi seperti itu, mencoba menuliskan pengalaman sehari-hari di sekolah atau membuat cerita-cerita lucu.
Seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan munculnya ide-ide personal dalam pikiran, menulis kemudian menjadi sarana untuk menuangkan ide-ide tersebut ke dalam bentuk yang mudah untuk dicerna dan dapat dibagikan. Karena kadang ide-ide yang hanya disimpan di pikiran sulit untuk dijelaskan dengan lisan dan juga mudah untuk terlupakan.
Kemudian muncullah yang namanya media sosial internet. Dengan kemunculannya, menulis mulai saya pahami sebagai sarana mengekspresikan diri. Menulis kemudian menjadi sarana untuk meluapkan emosi, lebih dari sekedar menuangkan ide-ide.
Muncul pertanyaan “Mengapa saya menulis?”. Jawaban saya sederhana, yaitu sebagai kewajiban dan sebagai ekspresi diri. Sebagai kewajiban, menulis adalah untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah, dan sebagai ekspresi diri, menulis adalah untuk menuangkan hal-hal di dalam pikiran untuk menjadi sesuatu yang lebih menarik untuk dibaca kembali.
Lalu untuk siapa saya menulis?
Kembali ke jawaban sebelumnya, sebagai kewajiban hasil tulisan adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen, sebagai ekspresi diri. Hasil tulisan adalah untuk kepuasan pribadi.
Jadi saat ini menulis bagi saya masih terbatas pada hal-hal seperti itu. Mungkin suatu saat nanti menulis bisa jadi sesuatu yang lain, misalnya, menjadi sumber mata pencaharian. ***
