VALENTINE KINAR

Senin, 27 Oktober 2014 - Diposting oleh Unknown di 23.59


Rintik-rintik hujan terdengar samar oleh gadis itu. Ia berusaha menarik selimutnya dan ingin tidur lagi tetapi suara handphonenya membuat ia terkejut dan langsung mengambil handphone nya yang berwarna putih itu. Ia mengucek-ngucek matanya berusaha membaca pesan itu dengan jelas. “nar,entar malam kita jalan. Aku jemput jam 7” itulah pesan dari kekasihnya, Rama. Setelah membaca pesan itu ia melihat jam yang masih menunjukkan jam 13.25, ia langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur lagi dan akhirnya ia pun tertidur dengan lelap. Tak terasa waktupun berjalan dengan cepat dan Kinar sudah siap untuk jalan bersama kekasihnya. Ia  terlihat cantik memakai baju berwarna pink dan rok yang berwarna hitam. Rambut sebahunya tampak berwarna hitam kemilau dan dihiasi dengan pita berwarna pink. Kini ia siap untuk pergi bersama Rama, kekasih yang ia sangat cintai itu. Tiba-tiba handphone Kinar berdering dan dia langsung menjawabnya.
“ya ada apa?” sahut kinar
“hey jelek jangan jutek gitu dong. Kamu dimana?”tanya gilang.
“dirumah tapi aku mau pergi sama Rama nih, dah”jawab Kinar dan langsung memutuskan sambungan.
Itu adalah telepon dari Gilang, ia adalah teman Kinar dari kecil. Kinar kadang merasa risih dengan Gilang. Karena Gilang lah satu-satunya orang yang tidak menyukai hubungannya dengan Rama. Alasannya tidak menyukai Rama karena Rama adalah cowok playboy yang terkenal dikampusnya dan juga ia sangat mencintai Kinar secara diam-diam. Tetapi, Kinar tidak mempercayai itu. Kinar menganggap bahwa Gilang hanya ingin Kinar untuk dekat lagi bersamanya seperti sebelum Kinar berpacaran dengan Rama. Sepuluh menit berlalu, akhirnya Rama pun datang menjemput Kinar. Ia sangat senang melihat kekasihnya itu datang karena tidak biasanya Rama mengajak Kinar pergi dengan mendadak. Di perjalanan, kinar bercerita panjang lebar tentang keinginannya untuk merayakan valentine nanti bersama rama di sebuah tempat yang ia sudah rencana kan.
“beb, nanti kita rayain valentine bareng ya. Kamu ajak teman kamu sama pacarnya juga biar kita bisa double date”sahut Kinar


“hmm.terserah kamu aja nar”jawab rama seadanya
“kok kamu gitu sih ram, jawabnya nggak enak banget”
“aku lagi fokus nyetir nih”ucap rama
“huh iya deh”sahut kinar dengan nada kesal
Akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang sebelumnya tak pernah di datangi oleh kinar. Mereka langsung duduk berdua di sudut ruangan dan memesan makanan. Tidak lama kemudian munculah seorang cewek yang tak asing bagi Kinar, yaitu Sindy. Ia adalah teman sekelas Kinar dulu waktu di SMA dan juga mantan pacar Rama. Kinar sangat terkejut melihat sindy yang telah berubah penampilannya.
“hay kinar, masih ingat sama aku nggak?”sapa sindy
“i.....yyaa dong, e...eh kamu udah berubah ya sekarang”sahut Kinar dengan gugup
“iya kamu makin cantik aja sin, obatnya apa sih?”sambung rama dan langsung menarik tangan sindy untuk bersalaman. Muka kinar terasa memerah, ia sangat cemburu melihat Rama menarik tangan sindy.
“eh jangan gitu dong, liat tuh pacar kamu nanti dia marah loh”ucap sindy dengan senyumnya yang sanga licik bagi Kinar.
“enggak kok sin, santai aja he..he”jawab Kinar berusaha menutupi kecemburuannya,
“iya sin, santai aja kita kan udah lama nggak ketemu. Jadi wajar aja kan kalo gini”sahut rama dengan pandangan yang tak lepas dari sindy.
“yaudah aku pergi dulu yah, kalian selamat bersenang-senang”ucap sindy dan langsung pergi.
Kinar merasa aneh dengan sikap Rama, ia takut dengan kembalinya sindy apakah rama akan berpaling darinya. Tapi ia berusaha berpikir positif. Setelah mereka selesai makan malam. Rama pun mengantar Kinar pulang. Dalam perjalanan mereka berdua hanyut dalam dia. Tak ada sedikitpun kata yang keluar dari mereka berdua. Dan akhirnya Kinar pun mengucapkan terimakasih kepada kekasih nya itu karena telah mengajaknya makan malam.

                                            ***
Dua minggu setelah makan malam itu, Rama tidak lagi memberi kabar untuk Kinar. Tetapi kinar tetap berusaha untuk berpikiran positif kepada kekasihnya tersebut. Air mata kinar pun menetes dengan sendirinya membasahi pipi gadis tersebut. Ia tak menyangka bahwa kekasihnya setega itu kepadanya. Ia berusaha mengambil handphonenya dan menelepon Rama. “halo, ram kamu kemana aja.aku rindu banget sama kamu” , “maaf nar, aku masih sibuk. Nanti ya aku telpon lagi” itulah kalimat yang keluar dari mulut Rama. Kinar merasa senang setelah mendengar suara kekasihnya tersebut walaupun ia masih bingung mengapa Rama bersikap seperti itu. Kinar pun meneteskan air mata kembali, ia sangat sedih dengan sikap Raama yang seperti itu. Akhirnya, dia memutuskan untuk bertemu gilang karena ia sudah lama tidak bertemu dengan gilang. Ketika mereka bertemu, gilang merasa beda melihat kinar karena sekarang kinar makin kurus. Ia pun bertanya kepada kinar.
“nar ceritain aja. Kamu ada masalah lagi sama Rama?”tanya gilang
“iya lang, aku bingung dengan perubahan rama sekarang ia terlihat beda sudah tidak seperti dulu lagi”ucap kinar lirih
“lah emangnya kalian berantem lagi?”
“enggak lang, kita nggak berantem tapi dia sekarang berubah udah jarang hubungin aku”
“mungkin lagi sibuk nar, positif thinking aja nar”
“iya lang makasih ya”
Kinar tidak mengetahui bahwa gilang lah yang merasakan sakit, ia tidak sanggup melihat kinar seperti itu.Gilang ingin mengutarakan naitnya untuk menyatakan cinta kepada kinar tapi hal itu dia simpan rapat-rapat karena tidak ingin menganggu kinar.


Sesampainya dirumah, kinar tetap diam dan terlihat murung. Tiba-tiba rama mngirim pesan kepada Kinar untuk mengajak makan malam besok. Kinar merasa senang karena itulah hari yang ditunggu-tunggu olehnya. Dia melihat kalender dan benar besok adalah hari valentine, hari yang paling disukai oleh kinar. Ia tidak lupa untuk menelepon sahabatnya, Gilang.
“lang akhirnya aku diajak pergi sama Rama besok malam untuk ngerayain valentine”kata kinar dengan senang
“hmm.gitu yah? Selamat ya nar”jawab gilang
“iya lang, dahhhh”
Kinar merasa sangat senang karena besok merupakan hari valentine. Ia mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari baju,sepatu,tas untuk dipakai nya besok dan tak lupa kado untuk Rama. Ia berniat memberikan baju couple yang telah ia persiapkan dari jauh hari. Malam itu Kinar tidak terlihat sedih lagi karena besok merupakan hari yang bahagia.



                                                ***
Hari itu pun tiba, hari valentine. Dimana orang-orang ingin mengutarakan kasih sayang mereka kepda orang yang ia sayangi. Begitu pun juga Kinar, ia ingin merayakan hari tersebut bersama kekasihnya. Di sisi lain, gilang sangat sedih karena ia juga ingin mengutarakan perasaannya kepada kinar tetapi ia berusaha menahan karena ia tidak mau menganggu hari bahagia kinar. Ia hanya memberanikan diri untuk menelepon Kinar.
“hallo kinar, happy valentine ya. Maaf aku nggak bisa kasih kamu apa-apa selama ini”ucap gilang
“yaelah gapapa kali lang, santai aja yang penting kamu selalu ada buat aku. Happy valentine ya”jawab kinar dengan nada senang
“iya nar, sukses ya makan malamnya entar ”
“oke lang,bye”
Gilang merasa sangat bahagia karena walaupun dia tidak menjadi pacar kinar, ia tetap ada untuk kinar sebagai sahabat.                                                                                    
Malam itu pun datang, kinar tampil cantik dengan dandanan serba pink. Ia sangat menyukai warna pink. Jam menunjukkan pukul tujuh malam tapi tanda-tanda Rama untuk menjemput belum ada. Satu jam berlalu, rama belum juga datang tetapi kinar masih berusaha untuk menunggu rama di depan rumah nya walaupun dari raut wajah kinar bahwa ia terlihat sangat sedih. Handphone kinar pun berbunyi dan itu adalah pesan dari kekasihnya. “maaf nar, aku nggak bisa jemput kamu. Kamu boleh datang sendiri kan? Aku tunggu disini” itu ialah pesan dari rama. Kinar sangat kecewa mengapa saat seperti ini rama bersikap begitu. Kinar pun memutuskan untuk pergi menggunakan taksi. Sesampai disana ia terkejut melihat rama dan sindy sedang duduk berhadapan di dalam cafe tersebut. Kinar berusaha untuk menyembunyikan rasa cemburunya. Dan ia pelan-pelan berjalan menuju tempat kekasihnya itu berada.
“nar akhirnya kamu datang”ucap rama
“soalnya kamu ngasih tau nya tiba-tiba kalo nggak bisa jemput”jawab kinar
“maaf nar, tadi aku jemput sindy soalnya mobilnya rusak”sahut rama dengan nada tak bersalah.
“iya nar, maaf ya”sambung sindy
“iya gapapah kok”ucap kinar berusaha bersabar.
Didalam hati kinar ia merasa sakit, karena orang yang dicintainya tega membuat seperti itu. Menjemput orang lain yang bukan kekasihnya dan malah membuat kekasihnya sendiri datang seorang diri. Mereka melanjutkan makan malam itu, tetapi kinar merasa seperti ada yang tertusuk di hatinya ia melihat rama dan sindy asik bercerita seolah mereka menganggap kinar tak ada. Kinar berusaha fokus untuk memakan makanannya walaupun sebenarnya ia tak nafsu untuk makan karena melihat rama dan sindy. Setelah makan, kinar berniat untuk memberikan kado kepada kekasihnya itu tetapi sebelum kinar melakukan itu. Rama yang duluan berbicara kepada kinar bahwa ia meminta maaf sebesar-besarnya kepada kinar.
“nar aku minta maaf yang sebesar-sebesarnya”ucap rama lirih
“kenapa? Kamu nggak salah apa-apa kok. Permasalahan yang tadi lupain aja”sahut kinar dengan tersenyum
“bukan itu nar, aku minta maaf karena aku telah selingkuhin kamu. Aku udah balikan sama sindy lagi semenjak makan malam itu”kata rama
Serasa dihempaskan batu yang besar, dada kinar terasa sesak dan ia tidak sanggup untuk berbicara. Tanpa ia sadari, air matanya pun menetes. Ia berusaha tersenyum walaupun ia sangat sedih. Ia berusaha untuk berbicara.
“kkkaaa.....mu kok tega ram?”ucap kinar masih tetap berusaha untuk tegar
“maafin aku nar, sebenarnya aku masih sayang sama sindy dan sindy juga masih sayang sama aku. Jadi aku lebih memilih sindy. Maaf nar, perasaan itu gak bisa bohong. Aku udah nggak lagi sayang sama kamu”jawab rama
“nar maafin kita ya”sambung sindy tanpa merasa kasihan sedikit pun
“jadi, kita sekarang putus gitu ram? Kamu kok tega ini kan valentine kok kamu malah buat aku kayak gini?”ucap kinar dan ia langsung menangiis
“iya aku tau aku salah. Tapi mau di apain lagi nar, aku nggak bisa kayak gini. Aku tuh udah nggak sayang kamu lagi”ucap rama
Kata-kata yang keluar dari mulut rama itupun membuat kinar tak sanggup lagi iapun langsung berlari keluar. Ia tetap menangis. Ia tak peduli lagi pada orang-orang yang melihatnya. Ia berusaha lari terus tanpa berhenti. Ia seperti orang yang tanpa tujuan. Sampailah ia di taman, ia duduk dibangku taman tersebut dan menangis se jadi-jadinya. Ia  tak menyangka bahwa kekasih yang ia cintai itu tega melakukan itu kepadanya. Kinar merasa diri nya telah mati. Ia pun berniat untuk pulang kerumah. Sesampainya ia dirumah disambut oleh gilang yang sudah lama menunggu kinar. Gilang terejut melihat kinar yang pulang sendirian berjalan kaki dan seperti orang gila karena penampilan kinar terlihat acak-acakan. Kinar langsung memeluk gilang dan ia menangis lagi. Ia terus memeluk sahabatnya itu dengan erat dan ia pun tak sadarkan diri.



                                               ***
Keesokan paginya, kinar pun tersadar. Ia merasa sangat pusing dan berusaha untuk bangun tapi ia tidak bisa. Disamping kinar ada gilang yang duduk dikursi dan teridur pulas. Ia melihat baju yang dikenakan gilang itu adalah baju gilang yang tadi malam dikenakannya. Kinar berusaha membangunkan gilang dengan menepuk-nepuk belakang gilang dan akhhirnya gilang pun bangun.
“eh udah sadar ya nar, kamu semalam pingsan”ucap gilang
Kinar pun kembali menangis, kali ini kinar mencertitakan semuanya kepada gilang. Gilang langsung memeluk sahabatnya itu. Ia berusaha menengkan kinar. Setelah kinar tenang ia mulai berbicara.
“nar aku sudah bilang sama kamu dari dulu, kalau rama itu nggak baik buat kamu. Tapi ya sudahlah sekarang kan semua udah terjadi. Aku mau kamu sekarang nggak usah mikirin lagi manusia itu”ucap gilang
“iya lang, maafin aku daridulu nggak percaya sama kamu”jawab kinar
“iya gapapah kok tuan putri kinar, yang penting kamu sekarang udah sehat”
“iya lang, makasih ya buat selama ini kamu tetap mau temenin aku walaupun aku datang ke kamu pas sedihnya doang”
“iyaa nar, maaf ya aku harus bilang ini sekarang”
“bilang apa sih?”
“sebenarnya aku tuh sayang sama kamu narr, sayang banget. Aku udah sayang kamu dari dulu jauh sebelum kamu pacaran sama rama”ucap gilang lirih
“serius lang? Kamu ini aku lagi sedih kamu Cuma ngajakin aku bercanda”jawab kinar
“serius nar, aku tuh sayang sama kamu lebih dari sahabat”sahut gilang
“tapi kan kamu tahu aku kan masih sayang banget sama rama walaupun ia udah lakuin gitu ke aku”
“iya aku tau, tapi aku tetap kok sayang sama kamu. Ini kado dari aku dan nanti kamu buka surat ini kalo aku udah pergi”
“loh emang kamu mau kemana?”
“aku pergi ke jerman nar, soalnya aku dapat beasiswa untuk kuliah disana”
“kamu serius lang?”
“iya aku serius nar”
Mereka pun berpelukan, kinar menangis karena ia tidak menyadari bahwa selama ini ada orang yang mencintai dia. Ia sangat menyesal mengapa ia tak dari dulu tau tentang perasaan gilang. Gilang pun mencium kening kinar dan mengucapkan selamat tinggal kepada kinar.



                                               ***
Setibanya di bandara, kinar dan gilang berpelukan lagi. Mereka berdua menangis karena mereka sekarang akan berpisah. Kinar mengucapkan maaf kepada gilang dan gilang berusaha untuk tersenyum dan menghapus air mata kinar. Sesampainya di rumah, kina teringat akan kado yang diberi oleh gilang. Ia pun membuka dan isinya adalah boneka kesukaan kinar dan ada sebuah cincin. Ia membuka surat itu perlahan dan mulai membacanya.



Dear kinar,
     Kamu cewek peratama kali yang aku cintai. Aku sudah mencintai kamu sejak kita pertama kali bertemu. Ingat itu nar? Yah itu disaat kita masih kecil. Awalnya aku menganggap kalau itu hanya perasaan anak-anak yang sering dibilang cinta monyet. Tapi berapa tahun pun berlalu, rasa cintaku yang dulu kekamu itu tidak pernah berubah, walaupun pada kenyataannya aku nggak berani ngomong ke kamu yang sebenarnya. Waktu pesta ulang tahun kamu yang ke-17 aku sengaja tidak datang karena aku tidak mau melihat kamu dan rama. Aku sangat membenci rama karena ia telah banyak kali membohongi kamu. Aku tau semua itu nar, tapi aku tak mau memberitahumu karena aku tau kamu tidak percaya sama yang aku katakan. Jadi aku membiarkan itu dan biarlah kamu tau dengan sendirinya. Maaf tuan putriku, aku sudah mencintai kamu diam-diam. Aku tau aku tak seberani mantan-mantan kamu yang sebelumnya tapi aku yakin perasaanku lah yang paling tulus untukmu. Aku berharap kamu mau memakai cincin itu dan mau menunggu ku pulang.Aku mencintaimu tuan putriku. Happy valentine kinar larasati putri...

                                                                                                                                                          Love,
Gilang Purnama

Setelah membaca surat itupun, kinar tersenyum bahagia. Ia langsung memakai cincin itu dan memeluk boneka pemberian dari gilang. Ia pun berjanji akan menunggu gilang kembali.
                                                 ****

Tentang Penulis : @tivanoverta1
                        

Dosa Yang Dibayar Dengan Uang Demi Menghidupiku

Minggu, 26 Oktober 2014 - Diposting oleh Unknown di 03.23
Aku hanya bisa tersenyum melihat wajah cantik ibuku yang sedang memegang kaca riasnya itu . Bagiku ia adalah malaikat hidupku yang dikirim Tuhan untukku . Dimataku ia cantik dengan kesabarannya , walaupun dimata orang lain, ia seseorang yang hina yang berlumur dosa . 
Aku hanya hidup berdua bersama ibuku yang cukup malang ini walaupun wajahnya tak menampakkan hal itu . ia terlalu menyembunyikan kesedihannya didepanku,, tapi aku tahu semuanya adalah senyum palsu ..
Ya,, karena aku anakmu ! aku mengerti bola matamu yang berkaca menahan air mata , walaupun bibirmu tersenyum indah , seakan hidup ini tanpa masalah .. :’) 
“ibu pergi dulu , kamu hati-hati dirumah ya ”
Aku menatap matanya dengan sangat dalam , ia harus pergi demi menghidupiku yang sekarang masih duduk di bangku kelas 9 smp . tanpa memikirkan apapun pekerjaannya, ia menutup mata seakan tak ada dosa.. 
“ia bu, hati-hati juga dijalan ya “ 
“hmm, ya “ 

Aku mengantarnya sampai depan pintu rumah tua ini , aku menatap jalannya, seolah ingin menghentikan langkah kakinya . 
Sejak aku mengenal hidup, aku tak PERNAH bertanya kepada ibuku , siapa ayahku , dan dimana ia sekarang . Karena aku terlaluu mengenal perasaan ibuku jika ada seseorang menyinggung tentang ayahku . tangisannya bisa sekali meledak jika ada yang bertanya “siapa ayah anakmu itu?”
Aku juga hanya bisa terdiam dalam kepedihan oleh pertanyaan yang selalu menghantui rasa penasaranku. Tapi aku bertahan demi perasaan seorang malaikatku ini .
Entah apa alasannya , ia tak ingin aku mengakuinya sebagai ibuku dalam lingkungan sekolahku ,,”ibu tak ingin anak sepintar dirimu mengakui bahwa ibu adalah ibu kandungmu .begitu katanya ………..  
entahlah apa yang memcuci pikirannya menjadi seperti itu ,, 
Dalam hidupku tak ada sedikitpun rasa malu untuk mengakuinya seorang ibu . YA ! karena dia memang adalah Ibu Kandungku . 
Ibuku yang selalu pulang dibawah jam 4 pagi ini, tak pernah luput untuk menaseehatiku untuk tak melupakan sujudku .. walaupun dalam sujudnya ia selalu berdosa . 
Dalam hari-hariku aku merindukan sosok ayah yang menjaga tidur malamku , yang selalu mengkhwatirkanku , dan menghukumku jika aku berbuat salah . Aku merindukan seseorang yang sama sekali aku tak mengenal siapa sosok itu .Apa ia juga merindukanku ? ya aku adalah seorang anak yang tak mengenal siapa ayahnya ! miris !
 Kadang dalam tidur malamku , aku menangis jika mengingat orang-orang disekitarku dibelai lembut oleh dekapan seorang ayah . aku juga ingin merasakan hal itu , walaupun hanya dalam hayalan indahku . 
Sosok ayah seperti apa yang tega meninggalkanku bersama ibuku yang cukup lelah dalam kehidupan ini. ingin rasanya dalam hatiku berlindung erat dibahu ayahku , dan menjagaku jika seseorang menggangguku . Aku ingin semua tentang itu ! semuanya ! Dimana ayahku Tuhan ? Aku merindukannya walaupun Engkau tak pernah mempertemukankku dengannya . 
***
05.00 pagi
Ketukan pintu membangunkanku dari tidurku , dan aku menduga seseorang diluar sana adalah ibuku ,  hari ini ia pulang lebih lambat dari biasanya .
Aku membukakan pintu , dan melihat seorang laki-laki menopang ibuku yang setengah sadar ,, Hal ini adalah pemandangan biasa untukku walaupun hatiku selalu menangis dalam diamnya mataku . 
“nanti saya saja om “
Aku mengambil alih menopang ibuku yang mulutnya berbau alcohol itu .
“hei kamu …”
laki-laki tanpa kuketahui namanya itu memanggilku saat hampir kututupnya pintu ..
“ada apa ? “
“ini ,, jatah ibumu”
Aku melihat satu ikat kepalan uang merah itu yang cukup tebal ,, yang ia akan berikan kepadaku
“ayo , ambil “
Ia membuang uang itu dihadapanku dan pergi tanpa adanya menoleh kembali .. Aku hanya menatap wajah ibuku ini yang hampir tak sadar , aku membawanya ketempat tidur yang hanya dilapisi kasur kapuk seadanya . 
“apa begini hargamu bu ? “ pikirku dalam hati seolah memberontak tak terima ibuku diperlakukan semau laki-laki hidung belang yang ada diluar sana . 
Aku selalu menjerit dalam diamku tentang ibuku , yang selalu berganti laki-laki demi menghidupiku . dalam doaku , kadang aku protes dengan adanya hidupku . 
Apa ini yang Engkau anggap adil Tuhan ? 
Malaikatmu yang Engkau kirimkan kepadaku menjatuhkan harga diri demi menghidupiku , dan selalu berdoa demi keabaikanku dalam sujudnya , walaupun sholatnya dikerumuni oleh dosa .. 
Apakah kalian telah tahu siapa ibuku ?
Ya,, ibuku adalah seseorang bodoh yang memilih menjual harga diri demi aku, dan menahan tangisannya dalam pekerjaan yang mencoba mengiris kuatnya batinnyaaa ,, memang benar , ibuku adalah seorang PELACUR ! 
Aku hanya bisa memandangi wanita malang ini , yaitu ibuku ,, aku tahu ia menangis dalam mimpi jika ia mengingat tentang ayahku . 
Kadang aku berfikir bahwa aku adalah anak dari perbuatan haram ibuku dimasa lalu . Aku juga tahu ibu membutuhkan sosok suami dalam gelapnya hidupnya . yang selalu berada dalam pelukannya jika ibuku menangis . 
“Siapa sebenarnya dirimu Ayah ? “
Hatiku kembali menjerit dalam tangisan burukku . yang mengusik masa lalu ibuku .. 
***
KEESOKKAN HARINYA 
“ibu udah bangun ya “
“iya, kamu nggak sekolah ?”
“ini kan hari minggu bu “
Mungkin karena mabuk semalam ia melupakan bahwa ini hari minggu .
Aku mendekatinya yang masih duduk santai ditempat tidurnya itu ,,
“ini bu “
Aku meleteakkan uang semalam ditangannya , uang hasil kerjanya atau bisa dibilang uang dosanya . Dosanya yang dibayar dengan uang demi menghidupiku .
ia menatapku dengan cukup lama, aku hanya bisa terdiam melihat bola matanya itu .
“Kamu harus sukses ya “
Ia masih terdiam dengan tatapan kesedihannya itu dan mengeluarkan kata-kata yang tak pernah aku dengar sebelumnya .
“Jangan ikuti kelakuan ibu ya , cukup ibu yang merasakan ini “
Tanpa adanya aku berbicara, ia melanjutkan perkataannya yang semakin membuatku menatap dalam pikirannya . tanpa aku sadari air mataku jatuh dipipiku,,
“dimana ayahku bu ?”
Perkataan ini keluar dari mulutku tanpa adanya aku berfikir, aku terhanyut dalam tatapan ibuku yang menyembunyikan sesuatu dariku . Dan sudah aku duga , ibuku mengeluarkan air matanya tanpa menjawab . 
Setelah beberapa menit terjadi keheningan dalam tangisan .
Ibuku menjawab dengan matanya yang sembab
“Ayahmu adalah laki-laki kayaraya yang meninggalkan ibu demi wanita murahan seperti ibumu sekarang ini “
Aku terhanyut dalam kesedihan yang mengiris hatiku , mungkin hal ini yang dulu dirasakan oleh ibuku . Aku menangis ketika ibuku berkata bahwa ia wanita murahan . Hatiku memberontak seakan ingin mengakhiri hari ini .
“ayahmu adalah seorang laki-laki yang menjanjikan hidup bahagia bersama ibu dimasa datang, tapi semuanya palsu yang sekarang menjadi hayalan “
AKu menutup mataku seakan aku tak ingin mendengar lagi semua tentangnya, yaitu seorang ayahku ..
Beberapa saat aku menutup mata , pelukan erat dari ibuku memendung air mataku yang tak bisa diamkan .. Ia memberiku sandaran dalam tangisanku dan tangisannya .. Ya benar ,, aku dan ibuku menangisi orang bodoh yang meninggalkan kami tanpa berpamitan . Sungguh hari ini aku membencimu ayah . Aku tak mengira sejahat itu kamu memperlakukan ibuku dimasa lalu. 
“dan dimana sosok ayah itu sekarang bu ?”
Masih dalam pelukan hangat , aku bertanya tentang sosok Ayah kandungku.
“entahlaaaah ,, mungkin ia ditempat yang jauh dan berbahagia tanpa pernah mengingat masalalu “ 
Tangisan ibuku semakin menjadi mengungkap segala hal tentang ayahku .
“Apa ia pernah menggendongku dan mengkecup keningku saat dimasa kecilku dulu bu ? “
“maafkan ibu nak , Ayahmu tak pernah ingin kehadiranmu didunia ini , setelah kelahiranmu ia meninggalkan ibu “
pikiranku serasa tertekan dengan perkataan ibuku yang mengatakan yang sebenarnya tentang ayahku ,, yang aku tunggu – tunggu sejak dulu . pertanyaan diotaakku seakan terjawab semuaaaaaaanya dengan apa yang terjadi hari ini . Ternyata aku merindukan seseorang yang tak ingin kehadiranku dalam hidupnya, sementara aku disini menanti kabar tentangnya . 
“Dan mengapa ibu baru memberitahuku pada saat ini ? 
“karena kamu baru menanyakannya kepada ibu “
“Apakah ibu masih menyayangi orang bodoh itu ?”
“iya , ibu tak bisa pungkiri tentang itu . wajahmu terlalu mirip dengan sosok ayahmu “
Aku ingin mencukupi percakapan yang mensayat-sayat hidupku ini , aku terlalu lelah dengan mengetahui sedikit tentang ayahku . 
Aku melepaskan dekapan ibuku .. dan kembali menatapnya dalam wajah yang benar-benar mengeluarkan espresi wajah sesungguhnya .. 
Ia mengusap air mata dipipiku dengan lembut dan berkata 
“siapapun Ayahmu, doakan dia dari kejauhan yaa, walaupun ia tak pernah mengenal anak kandungnya yang manis sepertimu , karena dia adalah ayah kandungmu , jangan pernah membenci ayahmu yaa nak. “ 
Pesan dari ibuku ini kembali menjatuhkan airmataku yang berharap seorang ayah dapat merindukanku walaupun hanya sekejap dalam hidupnya.

Dalam doaku
Untuk Ayahku :
"Aku merindukanmu ayah, entah dimana dirimu ,,, dan entah siapa kamu , aku cukup menyayangimu walaupun kamu (ayah) tak pernah menginginkanku ada dihadapanmu , sekalipun kecupan kecil sebelum tidurku" . 
Untuk Ibuku :
"Tetap tegar menjalani hidup ini ya bu ,, Aku menyayangimu karena kesabaranmu dalam kepedihan dimasalalu dan belum berakhir dimasa sekarang .  Aku menyayangi bu ",

(END)

Tentang Penulis  : @NurSyahriia

Pembuat Scenario, Sutradara dan Aku

Sabtu, 25 Oktober 2014 - Diposting oleh Unknown di 01.42

         Memiliki tidak pernah akan selamanya. Justru karena kamu telah memiliki, bersiaplah untuk merelakan. Karena bukanlah perpisahan yang kan disesali, tapi pertemuan.
       Tuhan, sudah menentukan segala sesuatu dari scenario hidup kita, tanpa ada kekurangan sesuatu sedikitpun, asal kau sadari itu. Hanya orang yang pintar bersyukur yang kebanyakan dapat menyadarinya.
         Bertemu dia, dia, mereka, ini, dan itu, itulah bagian dari peran kita dalam scenario Tuhan. Jalani dan nikmati serta syukuri agar kau paham makna peranmu.  

          Bertemu kamu, seakan hati berkata bahwa kaulah selanjutnya lawan mainku. Dan ditinggalkan olehmu, seakan hati berkata bahwa dialog antara kita berakhir. Pastinya sedikit shock, karena tak pernah tahu sebelumnya bahwa scenario kita berhenti disini, karena dialog kita bukanlah sesuatu yang singkat, enough.

          Setelah mulai memahami kembali peran tunggalku sejauh ini, rupanya ini semakin menarik. Karena banyak sesuatu yang baru yang kutemukan, ku mainkan perannya, setidaknya ini menambah skill peranku dari banyak sisi. Dan aku bersyukur atas ending dari scenario bersamamu, tapi bukan aku membencimu karena bukan kau penyebabnya, dan juga bukan karena aku membenci pembuat scenario kita (Tuhan), karena Tuhan memberikanku lebih banyak kenikmatan lewat peran baru ini, hanya saja benci terhadap waktu karena dia tak mengatakan bahwa ending peran kita sebentar lagi, yah supaya aku dapat bersiap untuk tak merasakan sedikit shock. Tapi it’s ok lah, karena waktu tak punya mulut untuk berbicara, karena dia hanya punya layar lebar untuk memperlihatkan peranku selanjutnya dengan caranya. Terimakasih ‘waktu’ kau adalah tangan Tuhan dan sutradara hidup ini (Pembaca bisa tertawa tanpa senyum dibagian ini!).
       Bersyukur akan hal apa? Hal terbesarnya karena aku dapat lebih mengenal dekat dengan pembuat skenarioku dan dapat lebih percaya kepada sutradaraku untuk menangani hidupku selanjutnya. Banyak pemeran lain menantikan memainkan peran bersamaku. Kalian adalah pemain peran kesayanganku. Yap, keluarga, sahabat, kawan maupun lawan. Terlalu banyak cinta yang kalian berikan dalam bentuk yang berbeda-beda, dalam bentuk tawa, canda, kasih sayang, maupun sakit, tapi sekali lagi ini bukan kehendak kalian karena aku tau kalau kalian juga sedang memainkan peran dari pembuat scenario yang sama denganku, terimakasih. Terlalu banyak nikmat yang ku dapatkan, kadang ku pikir scenario indah ini terlalu berlebihan, tapi tetap, terimakasih.
          Sekarang, seperti peran biasanya, harus tau diri. Olehnya itu sebagai ungkapan syukur kepada pembuat scenario indah ini, aku akan terus bersyukur, mengasihi semua lawan peranku, dan tetap menjalankan kewajibanku untukmu. Dan untuk sutradarku, akan kuserahkan kepercayaanku soal kehidupanku besok dan seterusnya kepadamu untuk memperlihatkannya kepadaku.

Tentang Penulis : Dwi Urip Labha